Postingan

Catatan Terkini Tentag Kakaraengang Bontoa .

CATATAN PENTING TENTANG KAKARAENGANG BONTOA ERA TERKINI  Oleh : Muhammad Alam Syah Karaeng Lira Sabtu 25 Maret 2023. Saya diundang ke kediaman keturunan rumpun keluarga Gallarrang Salendrang bernama Sultan Daeng Raja . Saya sebagai perwakilan rumpun I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI. Hadir Perwakilan Rumpun keluarga Karaeng Bontoa Ke XII, rumpun keluarga Karaeng Bontoa ke XIII dan rumpun keluarga Karaeng Bontoa ke XXII. Perihal tersebut membahas tentang lembaga adat Karaeng Bontoa. Namun ada kekeliruan karena lembaga adat tersebut telah dibentuk sebelumnya tanpa melibatkan dan meminta semua persetujuan rumpun keluarga Karaeng Bontoa yang lainnya. Termasuk dari rumpun kami keluarga besar I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke-VI.  Saya hadir hanya sebatas dimintai persetujuan dan pengakuan bahwa Lembaga Adat Karaeng Bontoa telah dibentuk jauh hari sebelum pertemuan ini. Dalam 'ertemuan tersebut diuraikan bahwa pembentukan lembaga adat tersebut telah digagas ...

Biring Parigi Merupakan Area Persawahan Merupakan Batas Wilayah Kecamatan Bontoa - Lau Kabupaten Maros

Gambar
BIRING PARIGI, AREA PERSAWAHAN BATAS KECAMATAN BONTOA- LAU KABUPATEN MAROS Biring Parigi. Nama tempat yang asing di telinga namun sesungguhnya tidak asing di mata. Sebuah bentang lahan padi basah ( sawah) yang merupakan wilayah perbatasan dua kampung yang bersejarah.  Bontoa- Tangkuru, namun sekarang lebih dikenal sebagai wilayah batas Kecamatan Bontoa - Kecamatan Lau, Kabupaten Maros. Mungkin masih ada yang mengetahui persis lokasi ini. Namun kemungkinan lebih banyak yang tidak mengetahuinya. Lokasinya cukup mudah dijangkau. Berada disekitaran pinggiran jalan poros Tangkuru- Bontoa  yang memanjang dari selatan ke utara.  Biring Parigi terdiri dari dua suku kata bahasa Makassar  yaitu "biring" dan "parigi". "Biring" artinya "pinggir", "parigi" artinya "gerbang atau "batas" meskipun ada yang mengartikan lain bahwa parigi juga bisa diartikan "sumur". Tapi dalam konteks ini, "parigi bermakna sebagai "gerb...

ASAL-USUL PENAMAAN BARA EJAYYA DI BALIK KISAH PENGEJARAN ARUNG PALAKKA BERSAMA I JOROK SAHABATNYA

ASAL-USUL PENAMAAN BARA EJAYYA DI BALIK KISAH PENGEJARAN ARUNG PALAKKA BERSAMA I JOROK SAHABATNYA Daftar lokasi peta blok lingkungan Bontoa mengenai pajak bumi dan bangunan, ditemukan nama lahan 'Bara Eja' (Bara Ejayya). "Kereanga erok nubayarak simana tananu?" "Anjo mae katte laukang ri Bara Ejayya." Artinya : "Yang mana pajak sawahmu yang akan kau bayar?" " Di sana yang di bagian barat, di Bara Ejayya". Demikian ungkapan yang seringkali saya dengar ketika seseorang datang membayar pajak bumi dan bangunannya yang berbentuk sawah kepada paman yang merupakan seorang kepala dusun waktu itu. Dulu, seorang kepala dusun bertugas pula memungut pembayaran pajak bumi dan bangunan warga dalam bentuk lahan apapun. Baik itu berbentuk lahan sawah dan lahan perumahan ataupun lahan tambak serta lahan perkebunan. Nantinya pembayarannya akan di setor ke pemerintah kelurahan atau desa. Bara Ejayya merupakan  area persawahan yang membentang  antara perkamp...

I RAIYA DAN I USENG, MASKOT PASANGAN CINTA SEJATI DARI BONTOA

I RAIYA DAN  I USENG, MASKOT PASANGAN  CINTA SEJATI DARI BONTOA  Ditulis Oleh : Muhammad Alamsyah P. Lira. Episode 1  Awal Mula Pertetemuan Raiya dan Useng. I Raiya, perempuan Bontoa. Yatim piatu.  Perempuan mungil yang sering tersipu malu.  Sosok perempuan yang menor tampilannya. Merah bibirnya laksana merah delima. Rambutnya terurai, berponi depan keningnya. Rambutnya kadang dikepak membentuk sulaman tali, menjuntai di sebalah kiri - kanan lehernya. Kedua ujung rambutnya yang dikepak, dihiasnya dengan ikatan pita warna- warni. Gadis- gadis sezamannya lebih senang mengistilahkannya dengan rambut model "cacing- cacing". Raiya beda dengan gadis- gadis lainnya. Dandanannya selalu tampil beda. Lain dari yang lain. Kedua lengannya dipenuhi dengan gelang- gelang warna-warni yang hampir sampai dilekukan sikunya. Unik - unik bentuk gelangnya. Selalu mengenakan kalung di lehernya beserta liontin menjadi penghiasnya. Kalungnya panjang terurai di luar bajunya. Entahl...

PENGUKUHAN DAN PELANTIKAN PENGURUS LEMBAGA IKATAN TRAH I PANDIMA DAENG MALLIONGI KARAENG BONTOA KE - VI MATINROA RI TANGKURU OLEH SOMBAYYA DARI GOWA

Gambar
PENGUKUHAN DAN PELANTIKAN PENGURUS  LEMBAGA IKATAN TRAH  I PANDIMA DAENG MALLIONGI KARAENG BONTOA KE - VI MATINROA RI TANGKURU  OLEH SOMBAYYA  DARI GOWA  Salah satu kerajaan yang terhimpun dalam federasi Toddo Limayya Ri Marusu adalah kerajaan Bontoa yang terletak di bagian pesisir utara Maros. Kerajaan ini diperkirakan berdiri sejak tahun 1550. Dari generasi ke generasi ,kerajaan ini dipimpin oleh karaeng. Ada dua puluh dua karaeng yang pernah memimpin kerajaan ini. Salah satunya diantaranya adalah I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI  Matinrowa Ri Tangkuru.  Menurut  H. Muhammad Luthfi Hanafi, S.E. Karaeng Tayang, yang merupakan ketua rumpun keluarga besar keturunan trah I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI mengatakan bahwa: "Kerajaan Bontoa dan raja- raja Bontoa, memiliki pertalian kebangsawanan yang sangat   erat  antara kerajaan Gowa dan kerajaan Bangkala ( Je'ne Ponto), oleh sebab itu, kami khususnya da...

SERBA - SERBI KAMPUNG BONTOA

Gambar
SERBA-SERBI KAMPUNG BONTOA  Bontoa. Nama kampung kecil yang saat ini sekaligus menjadi sentra nama dari sebuah kecamatan yaitu Kecamatan Bontoa. Terletak di sebelah utara Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan. Bontoa merupakan kampung yang dipenuhi oleh rerindang  bambu menghijau, beberapa pohon beringin besar berusia puluhan tahun bahkan ratusan tahun. Salahsatunya adalah beringin yang terletak di makam Karaeng Janggo Bonto yang setiap tahun ranting-rantingnya lapuk termakan usia. Diantara semua beringin yang ada di kampung ini, ada satu yang paling unik, warga sekitar menyebutnya beringin “pocci butayya”, konon menurut tutur lisan dari beberapa tetua yang ada di kampung tersebut bahwa di bawah beringin itu, dulunya merupakan tempat pelantikan para raja- raja Bontoa yang baru diangkat menjadi raja atau karaeng. Itu benar adanya , karena Bontoa dulunya merupakan kerajaan yang cukup eksis di masanya, mulai dari raja pertama sampai raja terakhir.  Mengenai pohon beringi...

NASKAH SENDRATASI PERJALANAN I MANNYARRANG MENJADI KARAENG BONTOA PERTAMA DI UTARA MAROS

Gambar
NASKAH SENDRATASI PERJALANAN I MANNYARRANG MENJADI KARAENG BONTOA  PERTAMA DI UTARA MAROS  Ditulis oleh : Muhammad Alamsyah Krg. lira  Dipentaskan : Sanggar Seni Bara Ejayya Bontoa , Komunitas Tiga Lontar Polowali Bontoa , KKAS DPK Bontoa dan Laskar Adat Bontoa. 28 Oktober 2024.  Pemeran :  I Mannyarrang  : Indra  Pembawa baki : Amel, Hikmah Pembawa dupa : Tati  Tubarani : Haekal, Farel, Rijal  Pembaca Puisi : Sila, Barong Penari perahu : Aziza, Arma, Maghfira , Tiara, dkk... Perentang kain perahu : Anggota baru Lontar ... Penari Paddeko / addeengka ase lolo: Nabila , Alfira ,Cantika, Alisa, Saskina  Penampi Beras: Sakina,  Pejinjing Air : Maghfira , Aziza, Arma, Tiara.  Prajurit kerajaan : Faiz, Randi , dkk.../ Sebanyak Mungkin  Masyarakat Kerajaan Bontoa: Anggota baru lontar dkk..../ Sebanyak Mungkin.  Pembaca sinopsis dan Prolog :  Dian  Pemusik : Iwan, Bagas, Aqsa, Acci dkk...... Musik pembuka :  Mu...