Postingan

KI, KO, NU, TA, IYYEK, KATTE, DALAN KONTEKS APA SAPAAN ITU HARUS DIGUNAKAN

KI, KO, NU, TA, IYYEQ, KATTE, DALAM KONTEKS APA SAPAAN INI HARUS DIGUNAKAN  Oleh : Muhammad Alam Syah  Pernahkah anda mendengar ungkapan ini dalam bahasa Makassar? "kemaeki", "kemaeko", "kau amballi", "katte amballi". "Ballatta", "ballaqnu" dsb. Kalimat Ini sudah lazim terdengar dikalangan masyarakat yang menjadikan bahasa Makassar sebagai bahasa sehari-hari. Baik itu berdomisili di tanah Makassar maupun di luar Makassar. Contoh lain: "bellako", "bellaki" yang memiliki arti yang sama yaitu "kamu jauh". "lamennu", "lamenta" yang berarti "ubimu". "Kaumo bella", "kattemo bella" yang keduanya berarti "anda saja yang jauh" "Kemaeki" dan "Kemaeko" keduanya memiliki makna yang sama yaitu "kamu di mana" : "kau di mana" atau "engkau di mana". Lantas apakah penggunaan "ki" dan "ko...

Silsila Keturunan I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa Ke - VI

HUBUNGAN KEKERABATAN KARAENG BONTOA DI MAROS, ADDATUAN SUPPA DAN ADDATUAN SIDENRENG DARI GARIS DARAH I MANRIWA GAUK DAENG BONTO KARAENG LAKIUNG TUNIPALLANGGA ULAWENG ( SOMBA GOWA KE -X) SERTA URAIAN SIL- SILAH KETURUNAN I PANDIMA DAENG MALLIONGI KARAENG BONTOA KE - VI. Ditulis : Muhammad Alam Syah Puang Lira   Dikatakan bahwa raja Gowa (somba Gowa) ke VII yaitu  Batara Gowa Tumenanga Ri Parallakkenna dengan permaisuri ke duanya  yang bernama I Rerasi memiliki putra  bernama I Pakarek Tau Tunijallok ri Passukkikna yang menjadi raja Gowa ke - VIII (1460-1510). Raja Gowa ke  - VIII, kelak digantikan oleh putranya bernama I Daeng Matanre Karaeng Tumapakrisi Kallonna menjadi raja Gowa ke-  IX (1511-1546).  I Daeng Matanre karaeng Tumapakrisi Kallonna ( Raja Gowa Ke - IX ) memiliki  putra bernama  I Manriwa Gauk daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipallangga Ulaweng.  I Manriwa Gauk Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipallangga Ulaweng dinobatkan ...

I MANNYARRANG ( KARAENG BONTOA PERTAMA), I MANYUARANG ( KARAENG BONTOA KEDUA) ISLAM ATAU BUKAN ?

I MANNYARRANG ( KARAENG BONTOA PERTAMA), I MANYUARANG ( KARAENG BONTOA KEDUA)  ISLAM ATAU BUKAN ?  Merujuk pada Buku Kakarengang Bontoa yang ditulis oleh Muhammad Aspar dan beberapa referensi terkait, dikatakan bahwa perjalanan I Mannyarrang sebagai duta Somba Gowa untuk memperluas wilayah kekuasaannya di bagian utara Maros bisa dikatakan tidak mendapatkan perlawan. Beberapa sumber mengatakan bahwa Bontoa merupakan daerah yang memiliki tipografi yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah sekelilingnya. Bontoa tidak pernah mengalami kebanjiran atau tergenang oleh air bah dan air hujan meskipun daerah sekitarnya  sering kali mengalami kebanjiran. Bontoa, konon dulunya disebut pula Tanetea. Tanetea memiliki arti dataran yang lebih tinggi dibandingkan dataran lainnya sehingga lebih seringkali dijadikan ( agang nionjok) atau tempat berpijak  yang baik.   Kerajaan Bontoa terletak di Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Kepala pemerintahannya dipimpin ole...
 Lanjut.  Aru tutturang adalah aru yang berisi tentang asal muassal kelahiran seseorang. Mengisahkan tentang asal-usul seseorang yang lahir dari garis silsilah tertentu. Bisa saja dari silsilah seorang keturunan karaeng atau somba (raja) dan bisa juga dari garis silsilah seorang kesatria ( tubarani ) kerajaan gowa pada masa silam. Silsilah keturunan dari seorang pandai besi ( panre bassi), kaum cendekiawan ( boto dan panrita).  Sering pula kita jumpai berisi tentang silsilah keturunan yang  memiliki pertalian darah diantara semua kalangan tersebut. Contoh :  "Cinik- cinik sai karaeng  Iyami anne jarina dampanga ri koqmarak Inakkemi anne panjariang tau barani  Sossorang tau rewayya  Benteng tatimpunga allasakna  Abbubuka ri Soreang  Nigallarakka Buleng- Bulengna Soreang"  Terjemahan :  "Lihatlah wahai tuanku  Akulah keturunan dampang di negeri Koqmaraq  Akulah titisan sang pembarani  Keturunan dari orang yang tiad...

PERTARUNGAN DAHSYAT : KALIABONA PANJALLINGANG, KORONA TALAWE

 Antara Fakta dan Imajinasi  PERTARUNGAN DAHSYAT : KALIABONA PANJALLINGANG, KORONA TALAWE, BURIKNA BALOSI, BAKKAKNA SIKAPAYYA, KORONA LALANG TEDONG, LAPPUNGNA PADARIA, CAMPAGANA BATUBASSI,  IJONA TANGKURU, PONDONGNA KASSIJALA, BULENG- BULENGNA SOREANG, TALAUNYIKNA LABBAKKANG, BULUARANA TEKO DAN BAKKAE DARI MARE' I  Dikisahkan beberapa sosok pemberani dari suatu tempat yang terdapat dalam lingkup Kerajaan Bontoa pada masa lalu. Mereka adalah sosok dari orang - orang yang sakti mandraguna, memilki keberanian yang sangat luar biasa dan mereka memiliki kemampuan ilmu bela diri yang mumpuni. Ditambah lagi dengan ilmu kebatinan yang tinggi. Mereka tidak mampan akan senjata,  baik itu badik, kelewang,  tombak dan senjata tajam lainnya. Mereka adalah Sang Koroa dari Talawe, Sang Koroa pula dari Lalang Tedong, Sang Lappunga dari Padaria, Sang Kaliaboa dari Panjallingang, Sang Bakkaka dari Sikapayya, Sang Burika dari Balosi, Sang Pondonga dari Kassijala dan Sang Lapp...

PROFIL SANGGAR SENI BARA EJAYYA BONTOA-MAROS.

Gambar
PROFIL BARA EJAYYA BONTOA   BARA EJAYYA BONTOA terbentuk pada  tanggal 08 Agustus 2023 Pukul 17:58 Wita. beralamat di Jalan Poros Tambua - Panaikang, Lingkungan Bontoa, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros. Provinsi Sulawesi Selatan. Komunitas seni ini didirikan oleh beberapa pemuda Bontoa yang merupakan pemerhati dan pencinta budaya Makassar khususnya budaya aru ( akngaru). Komunitas ini bertujuan dibentuk sebagai media pemersatu  pemuda Lingkungan Bontoa sekaligus sebagai media ekspresi dalam mengasah bakat seni pemuda Bontoa khususnya bidang kesenian tradisional maupun kesenian modern.  Nama Bara Ejayya dipatenkan sebagai nama dari komunitas ini sebab dianggap memiliki nilai hostori dan filosofi yang baik. Memiliki banyak makna dan arti yang mencerminkan karakter jiwa dan sikap sebagai orang makassar.  Bara Ejayya merupakan bahasa makassar yang berarti "bara yang merah". Tidak terlepas dari terjemahan tersebut, "bara ejayya" merujuk pada n...