Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2024

NASKAH SENDRATASI PERJALANAN I MANNYARRANG MENJADI KARAENG BONTOA PERTAMA DI UTARA MAROS

Gambar
NASKAH SENDRATASI PERJALANAN I MANNYARRANG MENJADI KARAENG BONTOA  PERTAMA DI UTARA MAROS  Ditulis oleh : Muhammad Alamsyah Krg. lira  Dipentaskan : Sanggar Seni Bara Ejayya Bontoa , Komunitas Tiga Lontar Polowali Bontoa , KKAS DPK Bontoa dan Laskar Adat Bontoa. 28 Oktober 2024.  Pemeran :  I Mannyarrang  : Indra  Pembawa baki : Amel, Hikmah Pembawa dupa : Tati  Tubarani : Haekal, Farel, Rijal  Pembaca Puisi : Sila, Barong Penari perahu : Aziza, Arma, Maghfira , Tiara, dkk... Perentang kain perahu : Anggota baru Lontar ... Penari Paddeko / addeengka ase lolo: Nabila , Alfira ,Cantika, Alisa, Saskina  Penampi Beras: Sakina,  Pejinjing Air : Maghfira , Aziza, Arma, Tiara.  Prajurit kerajaan : Faiz, Randi , dkk.../ Sebanyak Mungkin  Masyarakat Kerajaan Bontoa: Anggota baru lontar dkk..../ Sebanyak Mungkin.  Pembaca sinopsis dan Prolog :  Dian  Pemusik : Iwan, Bagas, Aqsa, Acci dkk...... Musik pembuka :  Mu...

ASAL- USUL ARU ( AKNGARU) DAN PERGESERANNYA YANG TIDAK PADA TEMPATNYA ( BAGIAN 1 )

Gambar
 SELAYANG PANDANG TENTANG ARU. AWAL KEMUNCULAN DAN PERGESERANNYA YANG TIDAK PADA TEMPATNYA  Ditulis Oleh : Muhammad Alam Syah Krg. Lira  "Aru" dalam bahasa makassar diartikan sebagai sumpah atau ikrar setia seorang Perwira Kerajaan Gowa (Tubarani) kepada rajanya ( somba atau karaeng). "Pangaru" diartikan sebagai seseorang yang melafalkan teks aru tersebut dihadapan tuannya. "Akngaru"  adalah prosesi dalam menuturkan teks aru.  Dalam konteks yang lain, "aru" dapat pula diartikan sebagai "amuk" atau "mengamuk". Mengapa demikian, sebab rata-rata orang yang melafalkan teks aru biasanya menggunakan senjata berupa badik atau keris, disertai dengan ekspresi marah sebagai bentuk pendalaman rasa kesetiaan seorang pangaru (tubarani) kepada rajanya. Marah yang dimaksudkan dalam hal ini adalah kemarahan yang disebabkan oleh rasa cinta terhadap rajanya sehingga inti dari munculnya ekspresi marah itu lahir dari ketidakrelaan seorang hulubal...

I MANNYARRANG ( KARAENG BONTOA KE- I ) DAN I MANNYUARANG ( KARAENG BONTOA KE- II) ISLAM ATAU BUKAN ?

I MANNYARRANG ( KARAENG BONTOA KE- 1) DAN I MANYUARANG ( KARAENG BONTOA KE-II)  ISLAM ATAU BUKAN ?  Ditulis oleh : Muhammad Alam Syah Palira  Merujuk pada Buku Kakarengang Bontoa yang ditulis oleh Muhammad Aspar dan beberapa referensi terkait, dikatakan bahwa perjalanan I Mannyarrang sebagai duta Somba Gowa untuk memperluas wilayah kekuasaannya di bagian utara Maros bisa dikatakan tidak mendapatkan perlawanan. Beberapa sumber mengatakan bahwa Bontoa merupakan daerah yang memiliki tipografi yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah sekelilingnya. Bontoa tidak pernah mengalami kebanjiran atau tergenang oleh air bah dan air hujan meskipun daerah sekitarnya  sering kali mengalami kebanjiran. Bontoa, konon dulunya disebut pula Tanetea. Tanetea memiliki arti dataran yang lebih tinggi dibandingkan dataran lainnya sehingga lebih seringkali dijadikan ( agang nionjok) atau tempat berpijak  yang baik.   Kerajaan Bontoa terletak di Kabupaten Maros, Provinsi Sul...

I PANDIMA DAENG MALLIONGI KARAENG BONTOA KE - VI DAN ASAL USUL PENAMAAN POLOWALI DI BONTOA MAROS

Gambar
ASAL- USUL PENAMAAN POLOWALI DAN KAITANNYA DENGAN KISAH I PANDIMA DAENG MALLIONGI KARAENG BONTOA KE - VI  Ditulis oleh : Muhammad Alam Syah Krg. Lira. Ada sebuah tempat bernama polowali. Polowali ini adalah daerah yang terletak antara perbatasan kecamatan Bontoa dengan Kecamatan Lau kabupaten Maros. Polowali sebenarnya adalah plesetan dari Kata "polong pombali. "Polong pombali" dalam bahasa makassar berarti "terpotong dua / terbagi dua / pecah menjadi dua ". Namun lambat laun, Kata "polong pombali" ini berubah penyebutan menjadi "polowali" sebagai bentuk kelugasan dalam mengucapkan, sekaligus sebagai bentuk pengaruh bahasa Bugis, namun tidak mengalami pergeseran makna. Kendatipun bahasa yang dominan digunakan oleh masyarakat setempat saat itu adalah bahasa Makassar. Menurut  beberapa tutur lisan yang turun temurun, dikatakan bahwa "Polowali" ini adalah merupakan nama tempat yang pernah menjadi kediaman seorang karaeng dari Bontoa y...