Silsila Keturunan I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa Ke - VI
HUBUNGAN KEKERABATAN KARAENG BONTOA DI MAROS, ADDATUAN SUPPA DAN ADDATUAN SIDENRENG DARI GARIS DARAH I MANRIWA GAUK DAENG BONTO KARAENG LAKIUNG TUNIPALLANGGA ULAWENG ( SOMBA GOWA KE -X) SERTA URAIAN SIL- SILAH KETURUNAN I PANDIMA DAENG MALLIONGI KARAENG BONTOA KE - VI.
Ditulis : Muhammad Alam Syah Puang Lira
Dikatakan bahwa raja Gowa (somba Gowa) ke VII yaitu Batara Gowa Tumenanga Ri Parallakkenna dengan permaisuri ke duanya yang bernama I Rerasi memiliki putra bernama I Pakarek Tau Tunijallok ri Passukkikna yang menjadi raja Gowa ke - VIII (1460-1510).
Raja Gowa ke - VIII, kelak digantikan oleh putranya bernama I Daeng Matanre Karaeng Tumapakrisi Kallonna menjadi raja Gowa ke- IX (1511-1546).
I Daeng Matanre karaeng Tumapakrisi Kallonna ( Raja Gowa Ke - IX ) memiliki putra bernama I Manriwa Gauk daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipallangga Ulaweng.
I Manriwa Gauk Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipallangga Ulaweng dinobatkan menjadi raja Gowa yang ke X (1546- 1565) menggantikan Karaeng Tumapakrisik Kallonna ( Raja Gowa ke IX) yang merupakan ayahnya sendiri.
I Manriwa Gauk Daeng Bonto memiliki beberapa istri. Yang diketahui yaitu , I Daeng Ningai, I Masiqnai , Karaeng ri Bilik Tangayya, I Daeng Kapetta dan Karaeng ri Suppaq Datu Ri Bali.
A. PERNIKAHAN I MANRIWA GAUK DAENG BONTO KARAENG LAKIUNG TUNIPALLANGGA ULAWENG ( RAJA GOWA KE - X ) DENGAN KARAENG RI BILIK TANGNGAYYA
I Manriwa Gauk Daeng Bontoa Karaeng Lakiung Tunipallangga Ulaweng ( Somba Gowa ke -X ) dari perkawinannya dengan Karaeng Ri Bilik Tangngayya lahirlah I Kare Pate Daeng Takammu Karaeng Bilik Tangngayya ( lontarak Gowa ).
I Kare Pate Daeng Takammu diperistrikan oleh anak Karaeng Bangkala bernama I Pasiri Daeng Mangngasi Karaeng Labbua Talibannangna ( Lontarak Bangkala). Dari perkawinan tersebut lahirlah 4 orang anak yaitu I Mannyarrang , I Mannyuarang, Karaengta Ri Bungayya dan Karaengta Ri Lure. Dengan demikian jelas bahwa mereka adalah cucu dari I Manriwa Gauk Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipallangga Ulaweng (Somba Goa ke -X ). I Manyarrang dan I Manyuarang inilah kelak menjadi cikal bakal berdirinya kakaraengang Bontoa di bagian utara Maros. I Mannyarrang menjadi Karaeng Bontoa ke -I yang memperistrikan anak sombayya di Gowa (namanya tidak diketahui). I Manyuarang Memperistrikan I Bintoeng Daeng Rilangi ( Sil-silah keluarga I Mekko Karaeng Masing ). I Mannyuarang inilah nantinya yang menjadi Karaeng Bontoa ke - II.
B. PERNIKAHAN I MANRIWA GAUK DAENG BONTO KARAENG LAKIUNG TUNIPALLANGGA ULAWENG ( RAJA GOWA KE-X) DENGAN KARAENG DATU RI BALI YANG MERUPAKAN DATU SUPPA KE - VI.
I Manriwa Gauk Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipallangga Ulaweng ( Somba Gowa ke - X) dari perkawinannya dengan Karaeng Ri Suppaq Datu Ri Bali lahirlah seorang putri bernama We Tosappai dan menjadi Datu Suppa ke-VI (1574-1602) yang bergelar Karaeng Bainea ( lontarak Addatuang Suppaq ).
We Tosappai Karaeng Bainea diperistrikan oleh Lapatiroi dari Addatuang Sidenreng. Dari perkawinan ini lahirlah Tomalu Arung Belawa, We Ambeng ( Datu Sidenreng ke -X) , Arung Tellu Lette ke -I di Soppeng , La Gojeng Arung Alitta ke -II dan La Baeda. ( Lontara addatuang Suppa milik Syahrir Kila)
Dari uraian di atas , dapat disimpulkan bahwa hubungan kekerabatan antara Karaeng Bontoa di Maros dengan Addatuan Suppa ( era addattuang suppa ke VI) serta Addatuan Sidenreng jika dilihat dari garis darah I Manriwa Gauk Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipallangga Ulaweng Raja Gowa ke - X, merupakan rumpun saudara dari satu ayah namun lain ibu. Rumpun satu kakek namun cucu dari lain ibu. Meski demikian, mereka tetaplah generasi anak pattola. Sampai di sini sangat jelas hubungan kekerabatan karaeng Bontoa ke - 1 sampai pada Karaeng Bontoa Ke - VI dengan addatuan Suppak dan Sidenreng. Mengapa dikatakan demikian? Karena Karaeng Bontoa ke- I ( I Mannyrrang ) sampai Karaeng Bontoa Ke - VI ( I Pandima Daeng Malliongi ) itu adalah keturunan murni keturunan dari raja Gowa ke- X I Manriwa Gauk Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipallangga Ulaweng dan merupakan cucu-cucu beliau dari generasi ke generasi berikutnya.
Perlu diuraikan di sini supaya jelas tentang perihal di atas. Dari beberapa naskah lontara patturiolang atau lontara sil- silah keturunan Karaeng Bontoa dikatakan bahwa Kerajaan Bontoa terletak di Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Kepala pemerintahannya dipimpin oleh seorang raja yang bergelar Karaeng.
Menurut Muhammad Aspar, dalam bukunya Sejarah Kakaraengang Bontoa dikatakan bahwa Kerajaan Bontoa berdiri sekitar tahun 1700. Namun hal tersebut dapat terbantahkan. Jika kita merunut tahun masa pemerintahan raja Gowa yang ke- X, I Manriwa Gauk Daeng Bonto Karaaeng Lakiung Tunipallangga Ulaweng yang menjadi raja gowa pada tahun 1546-1565 sekaligus beliaulah yang mengutus I Mannyarrang yang merupakan cucunya sendiri untuk menjadi duta Somba Gowa dan menjadi karaeng Bontoa ke - I di bagian utara Maros saat itu.Jika demikian, maka kerajaan Bontoa sudah berdiri dikisaran tahun masa pemerintahan raja Gowa ke -X. Lebih tepatnya Bontoa diperkiran berdiri antara tahun 1550-1600. Jika dikatakan Bontoa berdiri pada tahun 1700, maka I Mannyarrang adalah generasi setelah Raja Gowa Ke -16 yaitu I Mallong Bassi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape yang bergelar Sultan Hasanuddin yang menjadi somba gowa ke XVI pada tahun 1653-1669. Sangat jauh runutan tahunnya. Sementara I mannyarrang dikatakan adalah cucu ( generasi kedua) dari Raja Gowa ke - X.
Kerajaan Bontoa pertama kali didirikan oleh I Mannyarrang. Muh. Aspar di dalam artikelnya berjudul “Riwayat Gallarang Bontoa” menulis bahwa daerah ini sebelumnya merupakan wilayah yang dikuasai oleh Karaeng Marusu', sebagaimana yang diriwayatkan oleh J.A.B. Van De Broor tentang Randji Silsilah Regent Van Bontoa (1928). J.A.B. Van De Broor meriwayatkan I Mannyarrang sebagai utusan dari Raja Gowa untuk memperluas wilayah kekuasaan Kerajaan Gowa. Sehingga, Karaeng Marusu mempersilahkan I Manyarrang membuka daerah baru yang menjadi kekuasaan Gowa. Namun, dalam Lontara sejarah Karaeng Loe Ri Pakere yang di tulis Andi Syahban Masikki (1889) oleh W. Cumming Reppaading The Histoies of Maros Choronicle tidak menempatkan Bontoa sebagai wilayah yang dikuasai Marusu'.
Ekspansi besar-besaran Kerajaan Gowa sejak masa kekuasaan Karaeng Tumapakrisika Kallonna (memerintah 1400-an), Raja Gowa IX, mengubah peta geografi politik kawasan Sulawesi Selatan. Kerajaan Marusu' yang dulunya merupakan kerajaan merdeka dan berdaulat, langsung berada dibawah dominasi Kerajaan Gowa. Serangan Gowa ke sebelah utara hampir pasti tidak mendapatkan perlawanan yang berarti, wilayah paling utara Marusu', Bontoa yang berbatasan dengan Binanga Sangkara, wilayah Barasa (Pangkajene) dengan mudah ditaklukkan sejak masa kekuasaan Raja Gowa X, Karaeng Tunipalangga (1546–1565). Supaya lebih mudah mengendalikan daerah pertanian padi basah yang subur ini, maka diutuslah I Mannyarrang sebagai duta Somba Gowa di walayah tersebut.
Daftar Raja di Kerajaan Bontoa
Raja-raja atau Karaeng yang pernah memerintah Kerajaan Bontoa sebagai berikut:
I Mannyarang Daeng Makkiok (Karaeng Bontoa I)
I Mannyuwarrang (Karaeng Bontoa II)
I Daeng Siutte (Karaeng Bontoa III)
I Mangnguntungi Daeng Nojeng (Karaeng Bontoa IV)
I Pakandi Daeng Massuro (Karaeng Bontoa V)
I Pandima Daeng Maliongi (Karaeng Bontoa VI)
I Daeng Tumani (Karaeng Bontoa VII)
I Mangngaweang Daeng Manggalle (Karaeng Bontoa VIII)
I Reggo Daeng Mattiro (Karaeng Bontoa IX)
I Parewa Daeng Mamala (Karaeng Bontoa X)
I Sondong Daeng Mattayang (Karaeng Bontoa XI)
I Baoesad Daeng Sitaba Karaeng Tallasa (Karaeng Bontoa XII)
I Bambo Daeng Matekko (Petta Tekko) (Karaeng Bontoa XIII)
Andi Radja Daeng Manai (Hoof District) (Karaeng Bontoa XIV dan XVI)
Abdul Maula Intje Djalaluddin (Hoof District) (Karaeng Bontoa XV)
Andi Muhammad Daeng Sisila (Hoof District) (Karaeng Bontoa XVII dan XIX)
Andi Djipang Daeng Mambani (Hoof District) (Karaeng Bontoa XVIII dan XX)
Andi Radja Daeng Manai Karaeng Loloa (Hoof District) (Karaeng Bontoa XXI)
Andi Muhammad Yusuf Daeng Mangngawing (Hoof District) (Karaeng Bontoa XXII sebagai Karaeng Bontoa yang terakhir)
***
C. URAIAN SIL- SILAH KETURUNAN I PANDIMA DAENG MALLIONGI KARAENG BONTOA KE - VI
Uraian sil-silah keturunan Karaeng Bontoa ke - I sampai dengan karaeng Bontoa ke - XXII telah gamblang diuraikan dalam buku Sejarah Kakaraengang Bontoa Di Maros yang ditulis oleh Muhammad Aspar. Namun generasi atau keturunan selanjutnya dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa Ke VI dan I Daeng Tumani Karaeng Bontoa ke - VII serta generasi dari Abdul Maula Intje Djalaluddin Karaeng Bontoa ke - XV / Hoft Distric Bontoa terputus. Tidak diuraikan dalam buku tersebut.
Dari beberapa sumber dikatakan bahwa I Manyarrang Karaeng Bontoa ke - I memeperistrikan anak sombayya di Gowa namun tidak diketahui nama lengkapnya. Dari pernikahan tersebut tidak memiliki keturunan. Kakaraengang pun berpindah ke tangan adiknya yaitu I Mannyuarang yang merupakan Karaeng Bontoa Ke - II.
Berdasarkan sil - silah kelurarga milik I Mekko Karaeng Mamasing yang dipegang oleh H .Burhanuddin Karaeng Mangngati, tertulis bahwa I Manyuarang memperistrikan I Bintoeng Daeng Rilangik. Dari perkawinan tersebut lahirlah I Baso Bonto Karaeng Bontoa ( nama istri tidak ada). Dari perkawinan i Baso Bonto Karaeng Bontoa, lahirlah I Daeng Sutte Karaeng Bontoa ke -III dan menikah dengan I Sarapiah Daeng Ningai ( anak dari La Makkasoe Karaengta Soelawatan Matinroa Ri Bontomanai dengan istrinya I Badeda Daeng Rikong).
Dari pernikahan I Daeng Sutte Karaeng Bontoa Ke -III dengan I Sarapiah Daeng Ningai ,lahirlah anak pertama bernama I Mangnguntungi Daeng Nojeng Karaeng Bontoa ke- IV. Lahirlah anak kedua bernama I Pakandi Daeng Massuro yang menjadi Karaeng Bontoa ke - V. Lahir pula anak ketiganya bernama I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa Ke - VI .
Sebagai pelengkap, dikutip dari sil-silah keluarga milik I Mekko Karaeng Mamasing yang kini dipegang oleh H. Burhanuddin Karaeng Ngati tertulis bahwa I Mangnguntungi Daeng Nojeng Karaeng Bontoa ke - IV memperistrikan I Daeng Tajammeng. I Pakandi Daeng Massuro Karaeng Bontoa ke - V dan I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa Ke- VI. I Pakandi Daeng Massuro Karaeng Bontoa Ke- V memperistrikan I Panangarrang Daeng Tongi ( anak dari La Makkasese Sulewatan Bontoa). ( Lihat pula uraian keturunan Raja Bontoa dalam Buku Kakaraengan Bontoa di Maros yang ditulis oleh Muhammad Aspar). Sementara itu, I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke- VI memperistrikan I Merana Daeng Ballu.
Dari perkawinan I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI dengan I Merana Daeng Ballu, lahirlah : I Panda Karaeng Majjanji , I Jaena Daeng Ngagga ( generasi pertama dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke VI).
I Jaena Daeng Ngagga ( generasi 1) menikah dengan I Makkasau Sulewatang Sulewatang Timborok Matinrowa Ri Bonto Manai. Dari perkawinan tersebut lahir I Maulana Daeng Malabbang ( generasi kedua). I maulana Daeng Malabbang menikah dengan I Ratna Daeng Ngai sehingga lahir I Mallipuang Daeng Liong Karaeng Tangkuru ( generasi ketiga)
I Panda Karaeng Majjanji ( generasi 1) menikah dengan I Mariama Daeng Lebbi melahirkan tiga orang anak yaitu I Manjarungi Karaeng Paujung, I Merana Daeng Balluka ( memakai nama neneknya) dan I Burengeng Karaeng Siutte ( ketiganya merupakan generasi kedua dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa Ke- VI).
Selanjutnya disebutkan bahwa I Manjarungi Karaeng Paujung ( generasi kedua) menikah dengan I Maulesa Daeng Memang sehingga lahirlah dua orang anak bernama . I Mannyarrang Karaeng Ngati dan I Pannece Karaeng Sikati. ( keduanya sebagai generasi ketiga dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke- VI).
Selanjutnya dituliskan bahwa I Merana Daeng Balluka ( generasi kedua : memakai nama neneknya) ) diperistri oleh I Mallipuang Daeng Malliongi Karaeng Tangkuru. Lahirlah lima orang anaknya bernama I Manjappu Daeng Mangalle, I Manrakkai Daeng Ngirate, I Lamusu Daeng Pabundu, I Pattodok Daeng Mattarru karaeng Balocci. I Massewang Daeng Bulaeng. I Massewang Daeng Bulaeng meninggal dalam keaadan remaja dan belum menikah.( kelima anak tersebut merupakan generasi ketiga juga dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke -VI).
I Pattodo Daeng .Mattarru Karaeng Balocci ( generasi ketiga) menikah dengan I Sumalang Daeng Kebo melahirkan I Mangnguluang Daeng Massikki, Daeng Naga dan Daeng Memang ( ketiga anak tersebut merupakan generasi keempat dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI).
I Mangnguluang Daeng Massikki memperistrikan I Dani Daeng Niati sehingga lahirlah I Hamzah Daeng Mangngago ( generasi kelima). I Hamza Daeng Mangngago menikah dengan Hj. Rabida Petta Tamere lahirlah H. Andi Abbas Hamzah ( generasi keenam dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI).
Selanjutnya dituliskan pula bahwa I Burungeng Daeng Siutte ( generasi kedua) menikah dengan I Hania Daeng Lapang. Lahirlah seorang anak bernama I Pakandi Daeng Massuro (memakai nama karaeng Bontoa ke- V) sebagai generasi ketiga dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI. Dari pernikahan I Pakandi Daeng Massuro ( generasi ketiga) dengan I Daeng Kanang ( istri pertama) lahirlah I Badaruddin Daeng Pananring dan I Peroso Daeng Tikno sebagai generasi keempat. Begitupun dengan pernikahannya dengan I Hatija Daeng So' na ( istri kedua) lahirlah I Ramalang Daeng Malu sebagai generasi keempat pula dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI.
Selanjutnya tertulis bahwa H. I Mannyarrang Karaeng Ngati ( generasi ketiga ) menikah dengan I Halifah Daeng Sunggu lahirlah I Merana karaeng Mallino (meninggal di Mekkah ) sebagai (generasi keempat yang diperistrikan oleh H Abdullah Karaeng Mattayang). Pernikahan I Merana Karaeng Mallino dengan Abdullah Karaeng Mattayang tidak ada keturunannya
Selanjutnya , I Pannece Karaeng Sikati ( generasi ketiga) menikah dengan Ismail Karaeng Tutu lahirlah dua orang anak bernama I Mekko Karaeng Mamasing dan Hatijah Daeng So'na ( kedua anak tersebut sebagai generasi keempat dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bonto ke- VI). I Hatija Daeng Sonna merupakan pula istri kedua dari I Pakandi Daeng Massuro ( generasi ketiga yang memakai nama Karaeng Bontoa ke - V).
Selanjutnya , I Mekko Karaeng Mamasing yang wafat pada tahun 1958 ( generasi keempat) menikah dengan I Badaria Karaeng Taja yang wafat tahun 1997 ( merupakan keturunan dari Arung Bulo- Bulo dan Karaeng Lembang Labakkang ) melahirkan sembilan orang anak sebagai generasi kelima dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI. Kesembilan anak tersebut yaitu I Manjarungi Karaeng Paserang ( wafat : 1987), I Mayorok Karaeng Manaik ( wafat : 2008), I Nasaruddin Karaeng Ujung ( Kepala Lingkungan Bontoa dua periode : 1970-1975 dan 2993-2006 yang wafat : 2006), I Patahuddin Karaeng Matutu ( wafat : 1984), I Nagaulang Karaeng Langik, I Zaenal Abidin Karaeng Ngopo, Hj Zubaedah Karaeng Carammeng ( wafat : 2024), I SItti Zaenab Karaeng Bintang ( wafat :.....), H. Burhanuddin Karaeng Mangngati ( Wafat : 04 Desember 2023).
D. PERKAWINAN GENERASI KELIMA I PANDIMA DAENG MALLIONGI KARAENG BONTOA KE - VI
Pernikahan I Manjarungi Karaeng Serang ( generasi kelima) menikah dengan I Tinna Puang Bau lahirlah enam orang anak yaitu : I Mannyarrang ( meninggal dunia ketika masih anak- anak), Zainuddin Puang Mattinri, Sitti Jaenab Puang Sikati, H. Hasanuddin Puang Mammile, H.Syarifuddin Puang Patompo, Syamsuddin Puang Patunruk. Keenam anak tersebut merupakan generasi keenam dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI.
Pernikahan I Mayorok Karaeng Manai ( generasi kelima) dengan Nur Ismi Puang Kanang melahirkan enam orang anak yaitu : Hj. Rohana Puang Manurung, Syamsul Bachri Puang Kuling, Syamsul Rijal Puang Masing, Aburaerah Puang Pasawi, Nasyiah Puang Tasa, Namirah Puang Jira. Keenam anak tersebut merupakan pula generasi keenam dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa Ke- VI.
I Nazarauddin Karaeng Ujung ( generasi kelima) menikah dengan Habibah Puang Tanang ( istri pertama), lahirlah enam orang anak yaitu : Kaharuddin Puang Duni, Hamiruddin Puang Ngago, Rostina Puang Sunggu, Kaimuddin Puang Gajang, Rupiati Puang Saming, Rosmita Puang Taugi. Keenam anak tersebut merupakan generasi keenam dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke-VI. Selanjutnya, I Nazaruddin Karaeng Ujung menikah dengan Naharia Daeng Rannu ( Istri kedua), lahirlah Sulpa Zatriani Puang Ngasi, yang merupakan pula generasi ke enam dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke-VI.
I Patahuddin Karaeng Matutu ( generasi kelima) menikah dengan Sittimang Puang Ngai ( istri pertama), lahirlah dua orang anak bernama: Rosdiana Puang Sangnging, Hasdiana Puang Minne. Kedua anak tersebut merupakan generasi ke enam dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI. Selanjutnya dituliskan bahwa, I Patahuddin Karaeng Matutu istri pertamanya meninggal dunia lalu menikahi Hajerah Daeng Tasa ( istri kedua), lahirlah Bachtiar Puang Mangung, Abdul Muthalib Puang Rurung, Merana Puang Jannang yang merupakan pula generasi ke enam dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke -VI.
I Nagauleng Karaeng Rilangi ( generasi kelima) diperistri oleh Abdul Samad Puang Masalle ( wafat 1971) lahirlah lima orang anak yaitu : Zuraedah Puang Lino, Suriati Puang Siang, Sukmawati Puang Taunga, Murniati Puang Singarak, Syahrir Puang Sikki. Kelima anak tersebut merupakan pula generasi ke enam dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke- VI.
Zaenal Abidin Karaeng Ngopo ( generasi kelima) memperistri Sitti Aminah Puang Ngiji ( istri pertama) melahirkan Zuardi Puang Tola yang merupakan generasi ke enam dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI. Selanjutnya, dituliskan pula bahwa I Zaenal Abidin Karaeng Ngopo menikahi Sitti Hasna Karaeng Saya ( Istri kedua) karena istri pertamanya meninggal dunia. Dari pernikahannya dengan Hasna Karaeng Saya ( istri kedua) lahirlah : Mahfud Zam Puang Pasajo, Mawahida Zam Puang Ratu, Wahyuni Zam Puang Maulang. Ketiga anak tersebut merupakan pula generasi ke enam dari I pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke- VI.
Hj. Zubaedah Karaeng Carammeng ( generasi kelima) diperistri oleh H. Hanafi Rachim Karaeng Irate. Dari pernikahan tersebut lahirlah enam orang anak yaitu : Muh.Luthfi Hanafi Puang Mattayang, Juli Ratna Hanafi Puang Keknang, Muh.Guntur Iqbal Puang Magagga, Rina Ariani Puang Mawaru, Dia Bayurini Puang Mawangi, Dian Apriani Puang Paccing. Keenam anak tersebut merupakan generasi ke enam dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI.
Selanjutnya, I Sitti Zaenab Karaeng Bintang ( generasi kelima) diperistrikan oleh Abdul Gaffar Puang Nangkak ( Kepala Lingkungan Bontoa 1964-1970). Dari perkawinan tersebut lahirlah tujuh orang anak yaitu : Agustiawati Puang Karra, Septiawati Puang Sannang, Muh.Kasim Puang Mamasing, Yulianti Puang Baji, Taufiq Puang Mangngawing, Naelatul Hidayah Puang Mauleng, Abdul Maulid Puang Rukka. Ketuju anak tersebut merupakan generasi ke enam dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa Ke- VI.
Sementara itu, H. Burhanuddin Karaeng Mangngati ( generasi kelima) menikah dengan Bau Hj. Sitti Kananga Daeng Bau. Dari perkawinan tersebut lahirlah empat orang anak yaitu : anak pertama bernama Muhammad Alam Syah Puang Lira, anak kedua bernama Muhammad Amalsyah Puang Manaba, anak ketiga bernama Muhammad Akmalsyah Puang Ngallik ,anak keempat bernama Ayu Ashari HB. Puang Tonji Tajammeng. Keempat anak tersebut merupakan pula generasi keenam dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa Ke - VI.
E. PERKAWINAN GENERASI KE ENAM I PANDIMA DAENG MALLIONGI KARAENG BONTOA KE - VI JIKA DILIHAT DARI RUMPUN I MANJARUNGI KARAENG SERANG ( GENERASI KELIMA)
I Manjarungi Karaeng Serang ( generasi kelima)memperistrikan Sitti Yatina Puang Bau, memiliki enam orang anak ( sudah disebutkan di atas) yang sudah mutlak merupakan generasi keenam dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI. Akan diuraikan satu persatu garis darah keturunannya dari keenam anak tersebut.
Anak pertama bernama I Manyyarrang ( namun meninggal ketika masih anak- anak).
Anak kedua I Manjarungi Karaeng Serang bernama Zainuddin Puang Tinri ( generasi ke enam) yang menikahi Qadria Puang Keknang dari Labakkang. Dari pernikahannya itu lahirlah Zatria Puang Taco, Muh. Sofyan Puang Tonang, Rahmansyah Puang Masing, Khasmirawaty Puang Memang, Lely Suhely Puang Dinging dan Nining Wahyuningsih Puang Bau yang mutlak menjadi generasi ketujuh dari I pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI. Akan diuraikan satu persatu keturunan dari generasi ke tujuh tersebut.
Zatria Puang Taco ( generasi ke tujuh) diperistrikan oleh Muh. Idris Daeng Limpo. Dari perkawinan itu lahirlah ...........sebagai generasi ke delapan I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI.
Muh. Sofyan Puang Tonang ( generasi ke tujuh) menikahi Wahyuni Daeng Sunggu. Dari perkawinan mereka lahirlah.........sebagai generasi ke delapan I Pandiama Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke- VI dalam rumpun keluarga besar I Manjarungi Karaeng Serang ke rumpun keluarga Zainuddin Puang Tinri. Ke rumpun keluarga Muh .Sofyan Daeng Patonang.
Rahmansyah Puang Masing ( generasi ke tujuh) menikahi Isma Daeng Rannu. Dari perkawinanya itu lahirlah............sebagai generasi ke delapan I Pandima Deng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI dalam rumpun I Manjarungi Karaeng Serang dari anak pertamanya bernama Zainuddin Puang Tinri ke rumpun keluarga Rahmansyah Puang Masing
Khasmirawaty Puang Memang ( generasi ke tujuh) dimikahi oleh Laodeh Muh.Irwan. dari pernikahan itu lahirlah .........sebagai generasi ke delapan I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke VI dalam rumpun keluarga besar I Manjarungi Karaeng Serang ke rumpun keluarga Zainuddin Puang Tinri ke rumpun keluarga Khasmirawaty Puang Memang.
Lely Suhely Puang Dinging ( generasi ke tujuh ) diperistri oleh Firmansyah. Dari pernikahan itu lahirlah..........sebagai generasi ke delapan dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke- VI dalam rumpun keluarga besar I Manjarungi Karaeng Serang ke Rumpun keluarga Zainuddin Puang Tinri ke rumpun kelurga lely Suhely Puang Dinging.
Anak ketiga I Manjarungi Karaeng Serang bernama Hj. Sitti Jaenah Puang Sikati ( generasi ke enam). Hj. Sitti Jaenah Puang Sikati diperistrikan oleh H.Husain Puang Talli. Dari pernikahan itu lahirlah Amal Muradi Puang Serang dan Mirnawati Puang Tonji sebagai generasi ke Tujuh dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI.
Amal Muradi Puang Serang ( generasi ke tujuh) memperistrikan Mariani Daeng Puji. Dari pernikahan itu lahirlah Ismail, Amalia dan Nabila yang menjadi generasi ke delapan I Pandima Daeng Malliongi dari rumpun keluarga besar I Manjarungi Karaeng Serang ke rumpun keluarga Hj Sitti Jaenah Puang Sikati ke rumpun keluarga Amal Muradi Puang Serang.
Mirnawati Puang Tonji ( generasi ke tujuh) diperistrikan oleh Abd. Kadir Daeng Mangka. Dari perkawinan itu lahirlah Muthmainna dan Muh. Aqsa sebagai generasi ke delapan I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI.
Anak ke empat I Manjarungi Karaeng Serang bernama H. Hasanuddin Puang Mammile ( generasi ke enam). H.Hasanuddin Puang Mammile memperistrikan sepupunya sendiri bernama Hj. Rochana Puang Manurung ( generasi ke enam / anak pertama dari I Mayorok Karaeng Manai). Dari perkawinan itu lahirlah Aipida Khairun Puang Masalle dan Zulkifli HR Puang Manai yang merupakan generasi ke tujuh dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI.
Aipda Khairun Puang Masalle( generasi ke tujuh) memperistrikan Namira Nurdin. Dari pernikahan tersebut lahirlah empat orang anak yaitu Citra Aulia KH Puang Dinging, Putra Ramadhan KH Puang Ngujung, Nur Ismi KH Puang Carammeng dan Muh. Indra KH Puang Longi. Keempat anak tersebut mutlak merupakan generasi ke delapan dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI.
Zulkifli HR. Puang Manai ( generasi ke tujuh) memperistrikan Berlian H Dumpa. Dari perkawinan tersebut lahirlah Alif Manjarungi Zul Puang Liung yang otomatis menjadi generasi ke delapan dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa Ke- VI.
Anak ke lima dari I Manjarungi Karaeng Serang bernama H. Syaripuddin Puang Patompo ( generasi ke enam), wafat 2024. H Syaripuddin Puang Patompo memperistrikan Hj. Mariama Deng Tekne. Dari perkawinan tersebut lahirlah empat orang anak bernama: Hj. Fatmawati Puang Dinging, H.M Akbar Adhy Puang Sangkala, Ardy S. Puang Ngago dan Hj. Nurfadillah Puang Pajja. Ke empat anak tersebut merupakan generasi ke tujuh dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke- VI dalam rumpun kelurga besar I Manjarungi Karaeng Paserang ke rumpun keluarga H.Syaripuddin Puang Patompo.
Hj. Fatmawati Puang dinging ( generasi ke tujuh) diperistrikan oleh Jabbar Daeng Makka. Dari perkawinan tersebut lahir tiga orang anak bernama : Rezky Putra Sesar Ramadani, Faiza Aliya Azizah, Fitria Saqila Ramadani. Ketiga anak tersebut merupakan pula generasi ke delapan dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke- VI Dalam rumpun keluarga besar I Manjarungi Karaeng Paserang ke rumpun keluarga H. Syaripuddin Puang Tompo ke rumpun keluarga Hj. Fatmawati Puang Dinging.
H. M. Akbar Adhy Puang Sangkala ( generasi ke tujuh) memperistrikan Hj. Muliana Daeng Taugi. Dari perkawinan tersebut lahirlah seorang anak bernama Alif Nurul Amri Akbar yang mutlak merupakan generasi ke delapan dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke- VI dalam rumpun keluarga besar I Manjarungi Karaeng Paserang ke rumpun keluarga H Syarifuddin Puang Tompo ke rumpun keluarga H.M.Akbar Adhy Puang Sangkala.
Ardi S. Puang Ngago ( generasi ke tujuh) memperistrikan Syamriani Anwar Daeng Ngai. Dari pernikahan tersebut lahirlah seorang anak bernama Muhammad Ansari Ardi Puang Tompo yang secara mutlak pula merupakan generasi ke delapan dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI dalam rumpun keluarga besar I Manjarungi Karaeng Paserang ke rumpun keluarga H.Suaripuddin Puang Tompo ke rumpun keluarga Ardi S. Puang Ngago.
Hj. Nurfadillah Puang Pajja ( generasi ke tujuh) diperistrikan oleh H. Syarif Hidayatullah. Dari perkawinan tersebut lahirlah dua orang anak bernama : Disya Putri Ramadani dan Muhammad Faizah Al Fath, secara mutlak merupakan generasi ke delapan dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI dalam rumpun keluarga besar I Manjarungi Karaeng Paserang ke rumpun keluraga H.Syaripuddin Puang Tompo ke rumpun keluarga Hj. Nurfadillah Puang Pajja.
Anak ke enam dari I Manjarungi Karaeng Paserang bernama Syamsuddin Puang Tunru ( generasi ke enam) memperistrikan Sitti Radia Daeng Ngai. Dari perkawinan tersebut lahirlah Muhammad Syafar Puang Nai, Muhammad Aswar Puang Sikki, Muh. Asdar Puang Tutu, Kurniati Puang Tonji, Muh. Asfar Puang Ngawing, Muh. Aswan Puang Serang dan Muh. Aswin Puang Paujung. Ketujuh anak tersebut ,mutlak pula merupakan generasi ke tujuh dari I. Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI dalam rumpun keluarga besar I Manjaruungi Karaeng Serang ke rumpun kelurga Syamsuddin Puang Tunru.
F.PERKAWINAN GENERASI KE ENAM I PANDIMA DAENG MALLIONGI KARAENG BONTOA KE - VI JIKA DILIHAT DARI RUMPUN I MAYOROK KARAENG MANAIK ( GENERASI KELIMA)
I Mayorok Karaeng Manaik ( generasi kelima) yang memperistrikan Sitti Nur Ismi Puang Kanang, memiliki enam orang anak ( sudah disebutkan di atas ) yang sudah mutlak merupakan pula generasi ke enam dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI. Akan diuraikan satu persatu garis darah keturunannya dari ketujuh anak tersebut.
Anak pertama bernama Hj. Rohana Puang Manurung ( generasi ke enam) yang dinikahi oleh sepupunya sendiri bernama H. Hasanuddin, S.Sos.Puang Mile ( generasi keenam : anak keempat dari I Manjarungi Karaeng Serang). Dari pernikahan tersebut lahirlah anak pertamanya bernama Khaerun Puang Masalle ( generasi ketujuh) yang merupakan Anggota Polri berpangkat AIpda , anak keduanya bernama Zulkifli HR.Puang Manai ( generasi ketujuh).
Khairun Puang Masalle menikahi Namirah Nurdin sehingga lahirlah empat orang anak bernama Citra Aulia KH Puang Dinging, Putra Ramadhan KH Puang Ujung, Nur Ismi KH Puang Carammeng, Muh.Indra Sakti KH Puang Longi. Keempat anak tersebut merupakan generasi ke delapan dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI yang lahir dari rumpun I Mayorok Karaeng Manai. Selanjutnya, Zulkifli HR Puang Manai menikahi Berlian H.Dumpa sehingga lahir pula seorang anak bernama Alif Manjarungi Zul Puang Liung ( generasi ke delapan) pula dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI melalui rumpun keluarga besar I Mayorok Karaeng Manai
Anak ke dua I Mayorok Karaeng Manaik bernama Syamsul Bachri Puang Kuling ( generasi ke enam) memperistrikan Mariama Puang Lukmuk. Dari perkawinan tersebut lahirlah Hilmayasari Puang Kera dan Zulfadli Puang Ngeppe ( generasi ketujuh). Hilmayasari Puang Kera ( generasi ketujuh) dinikahi oleh Muh. Irsal sehingga lahirlah dua orang anak bernama Muh. Aswar Shadiq Hirsa dan Najwa Silva yang mutlak menjadi generasi ke delapan dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa Ke - VI melalui rumpun keluarga besar I Mayorok Karaeng Manaik.
Zulfadli Puang Ngeppe ( generasi ke tujuh ) memperistrikan Munawarah. Dari perkawinan tersebut lahirlah seorang anak bernama Annisa Khumairah Zalimar yang mutlak merupakan generasi ke delapan dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI.
Anak ke tiga dari I Mayorok Karaeng Manaik bernama Syamsul Rijal Puang Masing ( generasi ke enam) memperistrikan Sajerah Yusuf Puang Ngona. Dari perkawinan tersebut lahirlah Wellya Mazita Syarah Puang Sompa ( generasi ke tujuh) dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke- VI. Wellya Mazita Syarah Paung Sompa diperistrikan oleh Brigpol Andi Maruddani Karaeng Kiok yang melahirkan tiga orang anak bernama : Andi Mulkhan Azimah, Andi Angkasa Khalfan dan Andi Azri' Al Kahfi. Ketiga anak tetsebut mutlak merupakan generasi ke delapan dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke- VI dalam rumpun keluarga besar I Mayorok Karaeng Manaik
Anak ke empat dari I Mayorok Karaeng Manaik bernama Aburairah Puang Pasawi ( generasi ke enam ) yang memperistrikan Herniawati Puang Puji. Dari perkawinan tetsebut melahirkan lima orang anak bernama : Ririn Maulidani Pratama Puang Mangngati, Ayusyara Aulia Putri Puang Mawangi, Rian Indrawahyu Saputra Puang Ngemba, Rizkah Amalia Paratiwi Puang Kanang dan Nabila Khusnul Khasana Puang Caya. Kelima anak tersebut merupakan pula generasi ke tujuh dari I Pandima Daeng Mallioongi Karaeng Bontoa ke- VI dalam rumpun keluarga hesar I Mayorok Karaeng Manaik. Selanjutnya, Ririn Maulidani Pratama Puang Ngati ( generasi ke tujuh ) memperistrikan Riswa Indah Wahyuni Daeng Senga. Ayusyara Aulia Putri Puang Mawangi ( generasi ke tujuh ) diperistrikan oleh Yusuf Efendi.
Anak ke lima dari I Mayorok Karaeng Manaik bernama Nasiah Puang Tasa ( generasi ke enam), diperistrikan oleh Mahbud HM. Dari perkawinan tersebut lahirlah dua orang anak bernama : Sry Resky Ekawati dan Rafli Setiyawan. Ke dua anak tersebut merupakan ( generasi ke tujuh ) dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke- VI dalam rumpun kelurga beaar I Mayorok Karaeng Manaik.
Anak ke enam dari I Mayorok Karaeng Manaik bernama Namirah Puang Jira ( generasi ke enam) diperistrikan oleh Amir Cora. Dari perkawinan tersebut lahirlah seorang anak bernama Nur Rahmi ( generasi ke tujuh) pula dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke- VI dalam rumpun keluarga besar I Mayorok Karaeng Manaik.
G.PERKAWINAN GENERASI KE ENAM I PANDIMA DAENG MALLIONGI KARAENG BONTOA KE - VI JIKA DILIHAT DARI RUMPUN I NAZARUDDIN KARAENG PAUJUNG ( GENERASI KELIMA)
I Nazaruddin Karaeng Paujung ( generasi ke lima) memiliki dua istri. Perkawinannya dengan istri pertamanya bernama Sitti Habibah Puang Tanang. Dari perkawinan bersama istri pertamanya ini melahirkan enam orang anak (sudah disebutkan di atas). Ke enam anak tersebut mutlak merupakan generasi ke enam dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke- VI. Akan diuraikan satu persatu dari garis darah keturunannya dari ke enam anak tersebut.
Anak pertama dari istri pertama I Nazaruddin Karaeng Paujung bernama Kaharuddin Puang Duni ( generasi ke enam) memperistrikan Palania Puang Bauk. Dari perkawinan tersebut lahirlah seorang anak bernama Iskandar Puang Irate ( generasi ke tujuh). Iskandar Puang Irate memperistrikan Hasmawati sehingga lahirlah tiga orang anak bernama : Rasul Qadafi , Dila dan Askar ( generasi ke delapan ) dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke- VI dalam rumpun keluarga besar I Nazaruddin Karaeng Paujung.
Anak ke dua dari istri pertama I Nazaruddin Karaeng Paujung bernama : Hamiruddin Puang Ngago ( generasi ke enam) yang memperistrikan Sohra Puang Pajja. Dari perkawinan tersebut lahirlah empat orang anak bernama : Aipda Awaluddin Puang Matutu, Muh. Idham Amir Puang Rumpa, Zubhan Puang Serang dan Khairunnizad Puang Saya. Keempat anak tersebut mutlak merupakan (generasi ke tujuh) dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa Ke- VI dalam rumpun keluarga besar I Nazaruddin Karaeng Ngujung.
Selanjutnya, Aipda Awaluddin Puang Matutu ( generasi ke tujuh) memperistrikan Lindasari A.Ilham Puang Tanaga sehingga lahirlah tiga orang anak bernama : M. Ridzawan Hatim Nazar Puang Gagga, M.Adli Pranajaya Al Gafari Puang Ngago dan M.Arly Nailun Nabhan Puang Kiyok. Ketiga anak tersebut merupakan (generasi ke delapan) dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa Ke - VI.
Selanjutnya, Muh. Idham Amir Puang Parumpa ( generasi ke tujuh) memperistrikan Anti Sry. Dari perkawinan tersebut lahirlah tiga orang anak bernama: Ahmad Ian, Affy dan.........Ketiga anak tersebut mut'ak pula merupakan ( generasi ke delapan) dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa Ke- VI.
Selanjutnya, Zubhan Puang Serang ( generasi ke tujuh) memperistrikan Aulia. Dari perkawinan tetsebut lahir tiga orang anak yaitu : Abidzar...........dan Alula. Ketiga anak tersebut merupakan pula ( generasi ke delapan) dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa Ke - VI dalam rumpun keluarga besar I Nazaruddin Karaemg Paujung.
Anak ke tiga dari istri pertama I Nazaruddin Karaeng Paujung bernama Rostina Puang Sunggu ( generasi ke enam) dan belum bersuami.
Anak ke empat dari istri pertama I Nazaruddin Karaeng Paujung bernama Kaemuddin Puang Gajang ( generasi ke enam) memperistrikan Hamsina Puang Samme. Dari perkawinan tersebut lahir seorang anak perempuan bernama Musdalifah Puang Taja ( generasi ke tujuh) dari I Pandima Daeng Malloingi Karaeng Bontoa Ke - VI. Musdalifah Puang Taja diperistrikan oleh Bukhori sehingga melahirkan pula seorang anak bernama Kayla ( Generasi ke delapan).
Anak ke lima dari istri pertama I Nazaruddin Karaeng Paujung bernama Rupiati Puang Saming ( generasi ke enam) dan belum pula bersuami.
Anak ke enam dari istri pertama I Nazaruddin Karaeng Paujung bernama Rosmita Puang Taugi ( generasi ke enam ) yang diperistrikan oleh Masriadi Petta Baeda dari Soppeng. Dari perkawinan tersebut lahirlah dua orang anak bernama : Pudji Astuti Puang Tanang dan Arief Rosandi Puang Ngujung. Ke dua anak tersebut jelas merupakan ( generasi ke tujuh) dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI dalam rumpun kelurga besar I Nazaruddin Karaeng Paujung dari garis istri pertamanya.
Selanjutnya, dari istri ke dua I Nazaruddin Karaeg Paujung yang Bernama Naharia Daeng Rannu, lahir seorang anak perempuan yang diberinya nama Sulva Satriani Puang Ngasih ( generasi ke enam) I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa Ke - VI. Sulva Satriani Puang Ngasih ( generasi ke enam) diperistrikan oleh seorang polisi bernama IPTU Zulfikar. Dari perkawinan tersebut lahirlah dua orang anak bernama : Fayyad Danendra Al Zufiq Puang Gajang dan Hafidah Syahna Rizufik Puang Kati yang merupakan (generasi ke tujuh ) dari I Pandima Daeng Malliongi dalam rumpun keluarga besar I Nazaruddin Karaeng Paujung Jika dilihat dari garis istri ke duanya.
Jadi, I Nazaruddin Karaeng Paujung memiliki tujuh orang anak. Enam orang anak yang lahir dari istri pertamanya, satu orang anak yang lahir dari istri keduanya.
H. .PERKAWINAN GENERASI KE ENAM I PANDIMA DAENG MALLIONGI KARAENG BONTOA KE - VI JIKA DILIHAT DARI RUMPUN I PATAHUDDIN KARAENG MATUTU (GENERASI KELIMA)
I Patahuddin Karaeng Matutu ( generasi ke lima) memiliki dua istri. Perkawinannya dengan istri pertamanya bernama Sittimang Puang Ngai. Dari perkawinannya bersama istri pertamanya ini melahirkan dua orang anak bernama: Nurdiana Puang Sangnging dan Hasdiana Puang Minne. Kedua anak tersebut mutlak merupakan generasi ke enam dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke- VI. Akan diuraikan satu persatu dari garis darah keturunannya dari kedua anak tersebut.
Anak pertama dari istri pertama I Patahuddin Karaeng Matutu bernama Nurdiana Puang Sangnging ( generasi ke enam) diperistrikan oleh Muh. Syukur Puang Tonang dari Gentung. Dari perkawinan tersebut melahirkan enam orang anak yang mutlak menjadi generasi ke tujuh dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke- VI. Enam orang anak tersebut bernama : Muadziza Puang Taja, Keza Wardani Tonang ,Febri Aulia Tonang, Muh. Yasser Tonang, Aisya Putri Tonang, Aliya Putri Tonang.
Selanjutnya, Muadziza Puang Taja ( generasi ke tujuh) diperistrikan oleh Brigpol Muh. Rezky. Dari perkawinan ini melahirkan dua orang anak yang tentu saja merupakan generasi ke delapan dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke- VI. Kedua anak tersebut bernama : Nabil dan Raina.
Selanjutnya, Reza Wardani Tonang ( generasi ke tujuh) diperistrikan oleh Khaerul Ihsan.
Anak kedua dari Istri pertama I Patahuddin Karaeng Matutu bernama Hasdiana Puang Minne ( generasi ke enam). Hasdiana Puang Minne diperistrikan oleh Abdul Haya Daeng Rapi. Dari perkawinan tersebut melahirkan empat orang anak yang merupakan pula generasi ke tujuh dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke- VI. Keempat anak tersebut bernama: Linda, Dawiah Puang Tonji, Rezky Abdul Haya dan Fitri.
Selanjutnya, Dawiah Puang Tonji ( generasi ke tujuh) diperistrikan oleh Wawan. Dari perkawinan tersebut melahirkan seorang anak bernama Uwais, yang tentu saja mutlak merupakan generasi ke delapan dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI.
Selanjutnya, Rezky Abdul Haya ( Generasi ke tujuh) diperistrikan oleh Emy ( generasi ke tujuh ). Emy adalah anak dari Syamsuddin Puang Tunru ( generasi ke enam) atau merupakan cucu dari I Manjarungi Karaeng Serang ( generasi ke lima) dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI.
Istri kedua I Patahuddin Karaeng Matutu bernama Hajerah Daeng Tasa. Dari perkawinanya dengan Hajerah Daeng Tasa melahirkan tiga orang anak bernama : Tiar Puang Mangung, Merana Puang Janna, Muthalib Puang Rurung. Ketiga anak tersebut mutlak merupakan generasi ke enam dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI.
Selanjutnya, Tiar Puang Mangung ( generasi ke enam), memperistrikan Musdalifa. Dari perkawinannya itu melahirkan tiga orang anak yang mutlak merupakan generasi ke tujuh dari I pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI. Ketiga anak tersebut bernama : Tiara , Puang Tutua dan Abi.
Selanjutnya, Merana Puang Janna ( generasi ke enam) diperistrikan oleh Naharuddin Puang Suro. Dari perkawinannya itu melahirkan empat orang anak bernama: Haeruddin, Herawati, Mariyanti dan Hadijah. Keempat anak tersebut mutlak pula merupakan generasi ke tujuh dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke- VI.
Dengan demikian, anak Patahuddin Karaeng Matutu berjumlah lima orang. Dua orang anak dari istri pertamanya dan tiga orang anak dari istri keduanya.
I. PERKAWINAN GENERASI KE ENAM I PANDIMA DAENG MALLIONGI KARAENG BONTOA KE - VI JIKA DILIHAT DARI RUMPUN I NAGAULANG KARAENG LANGIK (GENERASI KELIMA)
Nagaulang Karaeng Langik ( generasi ke lima) diperistrikan oleh Abdul Samad Puang Masalle. Dari perkawinannya ini melahirkan lima orang anak bernama :Suraedah Puang Lino, Supriyati Puang Siang, Sukmawati Puang Ngunga, Hj. Murniati Puang Singarak dan Syahrir Puang Sikki. Kelima anak tersebut mutlak merupakan generasi ke enam dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI.
Suraedah Puang Lino ( generasi ke enam) diperistrikan oleh H. Baharuddin. Hj. Murniati Puang Singarak ( generasi ke enam) diperistrikan oleh Zaenal Abidin Puang Tokkong. Dari perkawinan Murniati Puang Singarak( generasi ke enam) ini dengan Zaenal Abidin Puang Tokkong melahirkan tiga orang anak bernama Muhammad Fadil, Zulfikar dan Putri Aulia Puang Baji. Ketiga anak ini merupakan generasi ke tujuh dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI.
Selanjutnya , Putri Aulia Puang Baji ( generasi ke tujuh) diperistrikan oleh Andi Fasrah Abadi Yunus. Dari perkawinannya ini melahirkan dua orang anak bernama : Andi Maryam Batari Ampa, Nadi Nura Batari Uleng. Kedua anak tersebut mutlak pula merupakan generasi ke delapan dari I Pandima Daeng Malliongi karaeng Bontoa ke-VI.
Selanjutnya, Syhrir Puang Sikki( generasi ke enam) memperistrikan ...........Dari perkawinannya itu melahirkan tiga orang anak bernama : Fajar Abizar, Dita Apriliana dan Haerun. Ketiga anak tersebut mutlak pula merupakan generasi ke tujuh dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI.
J. PERKAWINAN GENERASI KE ENAM I PANDIMA DAENG MALLIONGI KARAENG BONTOA KE - VI JIKA DILIHAT DARI RUMPUN ZAENAL ABIDIN KARAENG NGOPO (GENERASI KELIMA)
Zaenal Abidin Karaeng Ngopo ( generasi ke lima) memiliki dua istri. Istri pertamanya bernama Sitti Aminah Puang Ngiji, Namun meninggal dunia. Istri keduanya bernama Hj.Sitti Hasnah Hadi Puang Saya.
Dari perkawinannya bersama istri pertamanya melahirkan satu orang anak bernama Zuardi Zam Puang Tinri. Anak ini mutlak merupakan generasi ke enam dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI. Zuardi Zam Puang Tinri ( generasi ke enam) memperistrikan Suriati. Dari perkawinan Zuardi Zam Puang Tinri ( generasi ke enam) ini, melahirkan tiga orang anak bernama : Azra Athifah Zam Puang Ngasi, Annisa Athira Zam dan Mika. Ketiga anak dari Zuardi Zam Puang Tinri ini mutlak merupakan generasi ke tujuh dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI.
Perkawinan Zaenal Abidin Karaeng Ngopo dengan istri keduanya yang bernama Hj. Sitti Hasnah Hadi Puang Saya, melahirkan tiga orang anak bernama: Mahfud Zam Puang Sajo, Hj. Mawahidah Zam Puang Ratu dan Wahyuni Zam Puang Nguleng. Ketiga anak ini mutlak merupakan generasi ke enam I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa Ke - VI.
Mahfud Zam Puang Sajo ( generasi ke enam) memperistrikan Hernawati. Dari perkawainannya ini melahirkan tiga orang anak bernama : Muh. Pandu Raqillah Zam, Muh. Emir Azzam Zam dan ST. Hasnah Puang Saya. Ketiga anak ini mutlak merupakan generasi ke tujuh I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa Ke - VI.
Selanjutnya, Hj. Mawahidah Zam Puang Ratu ( generasi ke enam) diperistrikan oleh sepupunya bernama H. Muh. Luthfi Hanafi Puang Tayang ( generasi ke enam) yang merupakan anak dari Hj. Subaedah Karaeng Carammeng ( generasi ke lima) dan merupakan cucu dari I Mekko Karaeng Masing (generasi ke empat) dari I pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI. Dari perkawinannya itu lahir empat orang anak bernama: ST. Ayunka Ainayya Al Fatihah Puang Jai, Muh. Adib Givari Al Furqaan Puang Renring, ST.Anindya Athiyyah Al Fitrah Puang Kenna dan Muh. Radjwa Qadlizaka Al Fathiyyah Puang Bado Malliongi. Keempat anak tersebut mutlak merupakan generasi ke tujuh dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI.
Selanjutnya, Wahyuni Zam Puang Nguleng ( generasi ke enam) diperistrikan oleh Andi Mushaji Mustari Karaeng Tawang dari Labakkang. Dari perkawinannya ini lahir tiga orang anak bernama : Andi Allsyah Jumairah Mushaji Puang Bintoeng, Andi Abdillah Faezya Mushaji dan Andi Afif Artanabil Mushaji. Ketiga anak tersebut mutlak pula merupakan generasi ke tujuh dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI.
Dengan demikian, anak Zaenal Abidin Karaeng Ngopo dari istri pertamanya ada satu orang, dari istri keduanya tiga orang, jadi semuanya berjumlah empat orang .
K. PERKAWINAN GENERASI KE ENAM I PANDIMA DAENG MALLIONGI KARAENG BONTOA KE - VI JIKA DILIHAT DARI RUMPUN HJ. SUBAEDAH KARAENG CARAMMENG (GENERASI KELIMA)
Hj. Subaedah Karaeng Carammeng ( generasi ke lima) diperistrikan oleh H.Abd. Rahim Karaeng Irate. Dari perkawinannya ini lahir enam orang anak bernama : H. Muh. Luthfi Hanafi Puang Tayang, Yuli Ratna Hanafi Puang Keknang, Muh Iqbal Guntur Puang Gagga, Rina Ariani Puang Waru, Diah Bayu Rini Puang Wangi dan Dian Afriani Wulandari Puang Paccing. Keenam anak ini jelas merupakan generasi ke enam I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke- VI. Berikut akan diuraikan keturunan dari keenam anak tersebut.
H.Muh.Luthfi Hanafi Puang Tayang ( generasi ke enam) memperistrikan sepupunya bernama Hj. Mawahidah Zam Puang Ratu ( generasi ke enam) yang merupakan anak dari Zaenal Abidin Karaeng Ngopo ( generasi ke lima). Dari perkawinannya itu lahir empat orang anak bernama St. Ayunka Ainayya Al Fatihah Puang Jai, Muh. Adib Givari Al Furqaan Puang Renring, St. Anindya Athiyyah Al Fitrah Puang Kenna dan Muh. Radjwa Qadlizaka Fathiyah Puang Bado Malliongi. Keempat anak ini adalah merupakan generasi ke tujuh dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI.
Yuli Ratna Hanafi Puang Keknang ( generasi ke enam) diperistrikan oleh Zaenal Arifin. Dari perkawinannya ini lahir empat orang bernama : Tenri Alifka Batari Puang Taja, Tenri Aisya Zifani Puang Sugi, Muh. Naufal Athaillah Puang Sadjo dan Muh. Nayaka Al Varo Puang Masing. Keempat anak tersebut merupakan pula generasi ke tujuh dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke- VI.
Muh. Iqbal Guntur Puang Gagga ( generasi ke enam) mempunyai dua istri. Istri pertamanya bernama Andi Ardiana Rumpang Mega. Dari perkawinan ini lahir lima orang anak bernama: St. Fatimah Mizwa Azzahra, Willy, Sasa, Bondeng dan Alya. Kelima anak tersebut merupakan generasi ke tujuh dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI. Istri keduanya bernama .............. Dari perkawinannya dengan istri keduanya lahir dua orang bernama : Muh. Bara dan..... Dengan demikian ,kedua anak tersebut merupakan pula generasi ke tujuh I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI.
Rina Ariani Puang Waru ( generasi ke enam) diperistrikan oleh Muh. Farhan. Perkawanannya melahirkan dua orang anak bernama : Naila dan Cantika. Kedua anak tersebut merupakan generasi ke tujuh dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI.
Diah Bayu Rini Puang Wangi ( generasi ke enam) diperistrikan oleh Supena Muhtardiredja. Dari perkawinannya itu lahir seorang anak bernama St. Haiqa Khamilah Muhtardiredja yang merupakan generasi ke tujuh dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI.
Dian Afriani Wulandari Puang Paccing ( generasi ke enam) diperistrikan oleh Rezky Armita Puang Solong. Dari perkawinannya itu melahirkan empat orang anak. Anak pertama dan keduanya meninggal dunia. Anak ketiganya bernama Siti, anak keempatnya bernama Muh. Rezky Armita Puang Sila. Kedua anak tersebut merupakan generasi ke Tujuh dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI.
L. PERKAWINAN GENERASI KE ENAM I PANDIMA DAENG MALLIONGI KARAENG BONTOA KE - VI JIKA DILIHAT DARI RUMPUN ST. ZAENAB KARAENG BINTANG (GENERASI KELIMA)
ST. Zaenab Karaeng Bintang ( generasi ke lima) diperistrikan oleh Abdul Gaffar Puang Nangka. Dari perkawinanya itu lahir tujuh orang anak bernama : Agustiawati Puang Karra, Septiawati Puang Sannang, Yulianti Puang Baji, Muh. Kasim Puang Masing, Taufik Puang Ngawing, Naelatul Hidayah Puang Raya, Abd. Maulid Puang Rukka. Ketujuh anak tersebut merupakan generasi ke enam dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI dalam rumpun keluarga ST. Zaenab Karaeng Bintang. Keturunan dari ketujuh anak tersebut akan diuraikan berikut ini :
Agustiawati Puang Karra ( generasi ke enam) diperistrikan oleh Sunandar A. Perkawinannya itu melahirkan tiga orang anak bernama : Ayu Fajar Nensi Puang Canning, Adri Yudha Puang Sese, Anggi Wijaya Puang Janggo. Ketiga anak tersebut merupakan generasi ke tujuh dari I pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke- VI.
Selanjutnya, Ayu Fajar Nensi Puang Canning ( generasi ke tujuh) diperistrikan oleh Sertu Aries Suwandi. Dari perkawinannya itu lahir tiga orang anak bernama : Alfatiha Iqra Arbila Maulana, Atthoriq Begawan Al Araf, Alma Assyuroh Dwi Suwida Puang Kanang. Ketiga anak ini merupakan generasi ke delapan I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI.
Selanjutnya, Adri Yudha Puang Sese ( generasi ke tujuh) memperistrikan Sry Rahayu. Dari perkawinannya itu lahir : Kayla Almira Maritza Puang Jai, Ayesha Farannisa. Kedua anak ini merupakan pula generasi ke delapan dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke- VI.
Anak kedua ST. Zaenab Karaeng Bintang ( generasi ke lima ) yang bernama Septiawati Puang Sannang ( generasi ke enam) diperistrikan oleh Abd Rasyid. Dari perkawinannya itu lahir tiga orang anak bernama : Sry Wulandari Puang Taja, Sry Anggraini Puang Tasa, Tri Wahyudi Paung Nangka. Ketiga anak ini merupakan generasi ke tujuh dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa Ke- VI. Sry Wulandari Puang Taja ( generasi ke tujuh) diperistrikan oleh Muh. Aqsa Gaffar Daeng Masikki.
Anak ketiga ST. Zaenab Karaeng Bintang ( generasi ke lima) bernama Yulianti Puang Baji ( generasi ke enam). Yulianti Puang Baji ( generasi ke enam) suami pertamanya bernama Amir Baso Puang Ngitung. Dari perkawinanya itu lahir tiga orang anak bernama : Ahmad Musakkir Paung Sese, Akmal Muradi Puang Nassa, Andika Sapta Marga Puang Nompo yang mutlak merupakan generasi ke tujuh dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa Ke- VI. Yulianti Puang Baji (generasi ke VI) bercerai dari suami pertamanya lalu menikah dengan suami keduanya bernama H. Rijal Muin.
Selanjutnya, anak pertama dari Yulianti Puang Baji ( generasi ke enam) yang bernama Ahmad Musakkir Puang Sese ( generasi ke tujuh) memperistrikan Dewi Ratna Sari sehingga lahirlah Talita Hasna Humairah sebagai generasi ke delapan I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI. Akmal Muradi Puang Nassa ( generasi ke tujuh) menikah dengan Dian Daeng Tekne.
Anak ke empat ST. Zaenab Karaeng Bontang ( gemerasi ke lima) bernama Muh. Kasim Puang Masing ( generasi ke enam). Muh. Kasim memperistrikan Daeng Lebong. Dari perkawainannya itu lahir dua orang anak bernama : Tarisa Puang Bintang dan Syamsul Rijal Puang Nangka. Kedua anak ini merupakan generasi ke tujuh I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI. Tarisa Puang Bintang ( generasi ke tujuh) diperistrikan oleh Heruin Daeng Tika.
Anak kelima ST. Zaenab karaeng Bintang ( generasi ke lima) bernama Taufik Puang Ngawing ( generasi ke enam) yang mempunyai dua istri. Istri pertamanya bernama Herawati. Dari perkawinanya itu lahir seorang anak bernama Atyanto Djaya Saputra yang mutkak merupakan generasi ke tujuh I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI. Setelah bercerai dari istri pertamanya, Taufik Puang Ngawing ( generasi ke enam) memperistrikan Irmayanti Daeng Tanuji. Dari perkawinannya ini lahir dua anak bernama : Alfiyah Nurilly Fatimah Puang Bintang dan Agam Abdillah Ppuang Ngalle. Kedua anak ini mutlak pula merupakan generasi ke tujuh dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI.
M. PERKAWINAN GENERASI KE ENAM I PANDIMA DAENG MALLIONGI KARAENG BONTOA KE - VI JIKA DILIHAT DARI RUMPUN H. BURHANUDDIN KARAENG MANGNGATI (GENERASI KELIMA)
H. Burhanuddin Karaeng Mangngati ( generasi ke lima) memperistrikan Bau St. Kananga Daeng Bau. Dari perkawianannya itu lahir empat orang anak bernama Muhammad Alam syah Puang Lira, Muhammad Amal Syah Puang Naba, Muhammad Akmalsyah Puang Ngallik dan Ayu Ashari HB Puang Tonji Tajammeng. Keemapat anak tersebut mutlak merupakan generasi ke enam I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI.
Selanjutnya , Muhammad Alam Syah Puang Lira ( generasi ke enam) memperistrikan Ferawati Daeng Masugi.
Muhammad Amal Syah Puang Naba ( generasi ke enam) memperistrikan Hasniati Daeng Kebok. Dari perkawinannya itu lahir dua orang anak bernama : Nurul Fahirah Puang Taja, Nur Fahmi Puang Ngawing. Kedua anak ini mutlak merupakan generasi ke tujuh dari I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI.
Ayu Ashari HB Puang Tonji Tajammeng diperistrikan oleh Brogpol I Made Suartama dari Bali. Perkawinannya itu melahirkan dua orang anak bernama Ni Luh Eka Pratista Puang Ballu dan I Komang Airlangga Prawira Puang Janji.
Demikian silsilah rumpun generasi I Pandima Daeng Malliongi Karaeng Bontoa ke - VI yang disalin langsung dari aslinya ( silsilah model bagan) yang ditulis oleh H Burhanuddin Karaeng Mangngati ( Wafat : Senin, 04 Desember 2023) dan disalin kembali dalam bentuk uraian tertulis oleh anak pertama beliu bernama Muhammad Alam Syah Puang Lira. Di salin di Bontoa, 28 September 2024. ***
Catatan : Penulisan nama anak dan keturunan dalam silsilah ini dituliskan secara berurutan mulai dari anak pertama sampai anak terakhir.
Komentar
Posting Komentar