PROFIL SANGGAR SENI BARA EJAYYA BONTOA-MAROS.
PROFIL BARA EJAYYA BONTOA
BARA EJAYYA BONTOA terbentuk pada tanggal 08 Agustus 2023 Pukul 17:58 Wita. beralamat di Jalan Poros Tambua - Panaikang, Lingkungan Bontoa, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros. Provinsi Sulawesi Selatan. Komunitas seni ini didirikan oleh beberapa pemuda Bontoa yang merupakan pemerhati dan pencinta budaya Makassar khususnya budaya aru ( akngaru). Komunitas ini bertujuan dibentuk sebagai media pemersatu pemuda Lingkungan Bontoa sekaligus sebagai media ekspresi dalam mengasah bakat seni pemuda Bontoa khususnya bidang kesenian tradisional maupun kesenian modern.
Nama Bara Ejayya dipatenkan sebagai nama dari komunitas ini sebab dianggap memiliki nilai hostori dan filosofi yang baik. Memiliki banyak makna dan arti yang mencerminkan karakter jiwa dan sikap sebagai orang makassar. Bara Ejayya merupakan bahasa makassar yang berarti "bara yang merah". Tidak terlepas dari terjemahan tersebut, "bara ejayya" merujuk pada nama tempat yang terletak di Lingkungan Bontoa yang konon katanya adalah tempat bersejarah karena dulunya merupakan lokasi peperangan antara pasukan kerajaan Bone dan pasukan kerajaan Gowa pada masa silam. Dimana pasukan kerajaan Gowa dominan menggunakan pakaian perang yang berwarna merah menyala laksana bara api yang merah sehingga dikatakan dalam bahasa makassarnya sebagai pasukan "bara ejayya". Beberapa sumber lain mengatakan pula bahwa tempat tersebut adalah merupakan titik awal kehadiran Karaeng I Manyyarrang , raja Bontoa - I ( Karaeng Bontoa- I) bersama pengikutnya dari Kerajaan Gowa yang saat itu dilihat oleh warga setempat, berseliweran dari arah barat menuju arah timur dengan pakaiannya yang bercahaya merah ( abbara eja) karena terkena sinar matahari.Tak lain maksud dan tujuannya adalah untuk menetap diperkampungan Bontoa yang nantinya mendirikan kerajaan di bagian utara Maros yang dikenal dengan nama Kerajaan Bontoa.
![]() |
| Logo Sanggar Seni Bara Ejayya Bontoa |
Aspek pemaknaan yang lain, kata "bara ejayya" mengandung pula arti semangat dan jiwa keberanian seorang tubarani ( kesatria kerajaan gowa) yang tentunya tak terlepas dari keterkaitan jiwa leluhur orang - orang makassar sampai pada generasi sekarang ini. Makna lain yang terkandung pula dalam kata "bara ejayya" adalah simbol gelanggang ( medan tarung) para pemberani. "Bara" bisa berarti "kandang" atau "gelanggang". "Ejayya" bisa berarti "merah", "pemberani" dan "darah". Mengapa demikian karena hanya pada gelanggang atau di medan tarung para pemberani ( tubarani) itu bertarung dengan keberaniannya masing - masing sampai pada titik darah penghabisan dan pantang mundur sebelum kemenangan berpihak. Sebagai kesimpulan dari asal muassal penamaan komunitas ini adalah diharapkan mampu menjadi motivasi dan semangat yang membara untuk membangkitkan kembali adat istiadat dan pelestarian budaya lokal makassar yang menuju ambang kepunahan, termasuk diantaranya adalah aru atau (akngaru) yang kian merosot keberadaanya di tengah milenialisasi dan globalisasi zaman.
Simpulan visi dan misi Komunitas Seni Bara Ejayya Bontoa adalah kebangkitan budaya lokal dan adat istiadat yang mencerminkan keluruhan budi. Visi : Refleksi pemuda sebagai generasi berbudaya untuk melestarikan semua bentuk kebudayaan lokal makassar. Misi: literasi dan kajian budaya yang direalisasikan dalam bentuk pelestariannya untuk dijadikan sebagai aset lokal bagi generasi bangsa yang tidak dimiliki oleh bangsa manapun.
Motto Komunitas Seni Bara Ejayya adalah " manna mate pepekna mingka barana eja tonji, nituik- tauk anging na mammaliang cora pepekna." Artinya : walaupun apinya ( semangatnya) padam, akan tetapi masih tersisa baranya yang kian tertiup angin sehingga apinya kembali nyala". Demikian motto dari Komunitas Seni Bara Ejayya Bontoa yang terpautkan dengan semangat para pemuda bontoa yang tak mengenal kata lelah dalam mempelajari dan melestarikan kearifan budayanya.
Awal mula berdirinya komunitas ini dirintis oleh penikmat dan pemerhati budaya lingkungan Bontoa yang antara lain adalah Muhammad Alamsyah Daeng Lira yang diposisikan sebagai pembina, Muh. Aqsa Gaffar sebagai ketua Komunitas, Irwansyah Gaffar sebagai Sekretaris, sebagai anggota yaitu Bung Sila, Bung Bagas Zulfikar, Bung Fikri, Bung Rijal, Bung Faiz, Bung Achox, Bung Acci, Bung Ammang,Bung Naldi, Bung Issak dan Bung Ikki. Selang beberapa minggu setelah melaksanakan kegiatan pagelaran budaya yang berkolaborasi dengan Komunitas Tari Tiga Lontar Polowali Bontoa dalam tema pagelaran " Malam Ekspresi Bara Ejayya Bontoa" tanggal 19 Agustus 2023, menyusul Bung Ahmad Chiko, Bung Abdul Salam ,Bung Muhtar Bhallank dan Bung Muh Syamsul sebagai pembina pula di komunitas ini.
Demikian profil singkat komunitas ini ,semoga Bara Ejayya Bontoa semakin di depan sebagai penggerak pelestari budaya makassar dan jaya selalu.
Bontoa, 20 September 2023
Muhammad Alamsyah Daeng Lira.

Komentar
Posting Komentar